Welcome To My Blog "Semoga Bermanfaat"

Sabtu, 15 Desember 2012

media pembelajaran anak usia dini


Pemilihan dan pemanfaatan media untuk perkembangan Anak Usia Dini

A.  Pemilihan dan pemanfaatan media pembelajaran untuk mengembangan sosial-emosional
1.     Pengertian
Emosi adalah suatu keadaan yang kompleksi dapat berupa perasaan atau pikiran yang ditandai oleh perubahan biologis yang muncul dari prilaku seseorang. Menurut goleman bahasa emosi merujuk pada suatu perasaan atau pikiran. Proses terjadinya emosi dalam diri seseorang menurut lewis dan rose blumada ada lima tahapan yaitu :
1.     Elicitors yaitu adanya peristiwa yang terjadi. Contoh peristiwa banjir, gempa bumi, maka timbullah perasaan emosi seseorang.
2.     Reseptors yaitu kegiatan yang berpusat pada sisitim syaraf. Contoh, akibat peristiwa banjir tersebut maka berfungsi sebagai indera penerima.
3.     State yaitu perubahan spesifik yang terjadi dalam aspek sosiologi. Contoh gerakan reflex atau terkejut pada sesuatu yang terjadi.
4.     Experission yaitu terjadinya perubahan pada rasiologis. Contoh tubuh tegang pada saat tatap muka.
5.     Experience yaitu persepsi dan inter individu pada kondisi emosionalnya.
Perkembangan social
Menurut harlock perkembangan social merupakan perolehan kemampuan berprilaku yang sesuai dengan tuntutan social. “Sosialisasi “ adalah kemampuan bertingkah laku sesuai dengan norma dan nilai.
2.     Media pembelajaran
·         Puzzle
·         Balok
3.     Cara menggunakan
·         Pazzle
Guru memperlihatkan pazzle pada anak, anak memberi ungkapan tentang apa yang Mereka lihat mengenai pazzle tersebut. Lalu Guru membongkar pazzle yang ada dan memerintahkan anak untuk menyusun kembali sesuai dengan potongon-potongan yang ada. Hendaknya pazzle sama banyak dengan anak (1 puzzle 1anak). Untuk kegiatan kelompok sebaiknya 2-4 orang satu kelompok dan pazzle yang digunakan cukup besar.
·         Balok
Pertama-tama hal yang harus dilakukan oleh Guru adalah memerlihatkan apa yang ada dihadapan anak, biarkan anak menjawab hal tersebut. Guru meminta anak untuk menyusun balok sesuai dengan kreativitasnya.
4.     Manfaat
·         Melatih anak untuk mengembangkan emosinya sampai sejauh mana anak bisa mengontrol emosi untuk menyusun pazzle tersebut.
·         Melatih dan mengembangkan kreativitas anak
 anak sedang bermain

B.  Pemilihan dan pemanfaatan media pembelajaran untuk mengembangkan motorik halus
1)    Pengertian
Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak anak. Pada dasarnya perkembangan ini berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak. Sehingga setiap gerakan apapun, akan menghasilkan pola interaksi yang komplek dari berbagai bagian dan sistim dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.
Kemampuan motorik halus adalah kemampuan seorang anak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pengendalian gerak dan kemampuan memusatkan perhatian. Semakin muda usia anak, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk berkonsentrasi pada kegiatan yang berkaitan dengan kemampuan motorik halus.
2)    Pencapai tingkat motorik halus
Usia 2 tahun
Mencontoh bentuk-bentuk yang melingkar. Mampu menyusun dan membangun tugu yang terdiri dari 7 buah balok. Memasukkan sendok kosong ke dalam mulut dengan benar. Sebagian anak mampu membuka satu per satu halaman bukunya. Memegangi gelas dengan satu tangan. Bahkan ada anak yang dapat menggunting dan melipat kertas sambil bercakap-cakap.
Dalam penguasaan anggota gerak tubuhnya yang lain, ia sudah mampu memanjat anak tangga sekaligus menuruninya. Ia pun mulai menjadi teman ayahnya bermain, karena kemampuannya menendang bola besar sudah mulai terbentuk.
Usia 3 tahun
Mampu membuat garis lurus, menyusun 9 buah balok. Memasukkan sendok berisi makanan ke mulut tanpa banyak yang tumpah. Di usia ini anda dapat mulai mengajarinya menulis. Sebab, diantara usia 3,5-4,5 tahun, pengendalian otot-otot tangan dan jari-jari yang diperlukan untuk menulis simbol-simbol lebih mudah diperoleh dibandingkan dengan koordinasi organ-organ bicara yang dibutuhkan untuk perkembangan bahasanya. 
Usia 4 tahun 
Mampu membuat garis lurus, menyusun 9 buah balok. Memasukkan sendok berisi makanan ke mulut tanpa banyak yang tumpah. Di usia ini anda dapat mulai mengajarinya menulis. Sebab, diantara usia 3,5-4,5 tahun, pengendalian otot-otot tangan dan jari-jari yang diperlukan untuk menulis simbol-simbol lebih mudah diperoleh dibandingkan dengan koordinasi organ-organ bicara yang dibutuhkan untuk perkembangan bahasanya bisa menggunting garis lurus dengan baik. Dapat menggambar dan mencoret-coret huruf meski dalam bentuk kasar. Mampu mengenakan bajunya sendiri.
Usia 5 tahun 
Mampu melipat kertas menjadi bentuk segitiga. Dapat secara tepat menggambar bentuk kotak, huruf, dan angka. Dalam permainan ia sudah bisa menangkap bola kecil dan melemparkannya kembali dengan lebih baik. Bahkan ia sudah bisa berjalan meniti garis lurus.
3)    Media pembelajaran
·         Alat dan bahan
Ø  Kertas
Ø  Gunting
Ø  Lem
Ø  tepung terigu
Ø  tepung tapioka
Ø  tepung beras
Ø  lem putih
Ø  Pewarna kue
4)    Cara mengunakanya
Ø  Menggunting kertas origami
v  Guru menyiapkan alat atau bahan yang akan digunakan.
v  Guru memperlihatkan contoh dan menerangkan cara menggunting yang dikehendaki (lurus, lengkung gelombang atau zig-zag)
v  Anak melaksanakan kegiatan menggunting sesuai dengan contoh yang diberikan guru
v  Guru memberikan ransangan, dorongan dan bimbingan bila diperlukan
v  Hasil karya ditempel dikertas atau dibuku
Ø  Plastisin
v  Guru mengarahkan anak untuk memulai kegiatan
v  Aduk semua bahan menjadi adonan hingga tidak lengket di tangan
v  Ambil beberapa bagian dari adonan dan beri pewarna kue  sesuai keinginan
v  Anak membentuk plastisin sesuai keinginan
5)    Kelebihan dan kelemahan
Ø  Kelebihan
v  Anak dapat meningkatkan kesabarannya dalam menggunting kertas
v  Dengan menggunakan plastisin, anak dapat meningkatkan kreatifitasnya
v  Bahan mudah didapat
v  Harga terjangkau.
Ø  Kelemahan
v  Dalam menggunakan gunting, guru tidak boleh lalai dalam memperhatikan anak, karena anak bisa mengalami cedera.
  menulis dapat mengembangkan motorik halus anak
C.  Pemilihan dan pemanfaatan alat permaianan untuk mengembangka motorik kasar
a.     Pengertian
Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak anak. Pada dasarnya perkembangan ini berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak. Sehingga setiap gerakan apapun, akan menghasilkan poola interaksi yang komplek dari berbagai bagian dan sistim dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.
Keterampilan motorik kasar adalah bagian dari aktivitas motorik yang mencakup keterampilan otot-otot besar.
Sesuai dengan perkembangan kemampuan melakukan gerakan motorik kasar seperti contoh-contoh yang diuraikan di atas, maka sebagaimana yang sering kita lihat, alat permainan yang umumnya disediakan di Taman Kanak-kanak yang akan mendukung perkembangan kemampuannya tersebut lebih banyak berupa alat-alat permainan yang menuntut keseimbangan dan kekuatan fisik serta kecekatan dan kecepatan gerak.
b.     Pentingnya motorik kasar pada anak
Sesuai dengan perkembangan kemampuan melakukan gerakan motorik kasar seperti contoh-contoh yang diuraikan di atas, maka sebagaimana yang sering kita lihat, alat permainan yang umumnya disediakan di Taman Kanak-kanak yang akan mendukung perkembangan kemampuannya tersebut lebih banyak berupa alat-alat permainan yang menuntut keseimbangan dan kekuatan fisik serta kecekatan dan kecepatan gerak.
c.     Media  yang digunakan
·         Bola-bola
·         Tali
·         Gambar-gamabar untuk melatih loncatan
d.     Cara menggunakan alat tersebut
·         Bola-bola
*      Sediakan bola-bola dan tempat memasukkan bola atau keranjang
*      Biarkan anak melempar bola atau memasukkan bola ke keranjang
*      Lakukan dengan jarak yang berbeda-beda
*      Berilah penilaian pada anak sejauh mana anak bisa melempar bola tersebut.
·         Tali
*      Sediakan tali
*      Guru memeperagakan bagaimana cara berjalan di atas tali
*      Setelah itu baru anak yang melakukan hal tersebut.
·         Gambar-gambar
*      Letakakan gambar di lantai
*      Guru mencontohkan apa yang akan dikerjakan anak
*      Lalu anak meloncat sesuai dengan gambar yang telah disediakan oleh Guru.
e.     Manfaat
·         Melatih motorik kasar anak, supaya lebih lentur dalam melakukan sesuatu dan anak bisa berolahraga.
f.       Kelebihan dan kelemahan
·         Kelebihan
- dapat melatih motorik kasar anak secara langsung, seperti berjalan lurus, berjalan zigzag, melompat, dan melempar.
- dapat melatih keseimbangan badan anak.
- dengan adanya tantangan dalam permainan dengan menggunakan media diatas, sehingga anak akan tertarik, dan dapat mengembangkan motorik kasarnya.
- dalam permainan melompat diatas berbagai macam gambar binatang, anak dapat sekaligus mengenal bentuk binatang, dan huruf-huruf dari nama binatang tersebut, sehingga anak dapat mengenal berbagai macam huruf.
·         Kelemahan
- media diatas hanya terfokus pada satu perkembangan motorik kasar anak.
- media tersebut tidak akan efektif, jika hanya menggunakan satu media atau satu permainan, misalnya hanya menggunakan satu media meniti diatas tali. Anak akan cendrung bosan dan kurang merasa tertantang dalam melakukan permainan. Jadi terkesan kurang menarik bagi anak.

D.  Pemanfaatan dan pemilihan alat permaianan untuk mengembangkan bahasa
a)    Pengertian
Lerner (1981) menyatakan dasar utama perkembangan bahasa adalah pengalaman – pengalaman bahasa yang kaya. Pengalaman bahasa yang kaya itu akan menunjang faktor – faktor bahasa lain yaitu:
a.     Mendengar
b.     Berbicara
c.     Membaca
d.     Menulis
Mendengar dan membaca termasuk keterampilan bahasa yang menerima atau resfektif sedang berbicara dan penulisan atau mengarang termasuk yang ekspresif. Lerner juga mengatakan bahwa perkembangan masing-masing faktor secara bertahap dan pentingnya memantau presepsi dan ingatan penglihatan dan pendengaran anak agar dapat mendeteksi kelemahan-kelemahan anak secara dini.
b)    Media yang bisa digunakan
·         Kumpulan cerita pendek
·         Kumpulan kalimat pendek yang belum selesai dan dapat dilanjutkan oleh anak secara kreatif.
·         Kumpulan gambar profesi yang dapat di perkenalkan anak atau yang sudah mereka ketahui.
·         Kumpulan gambar berbagi macam tema.
·         Kumpulan buku cerita dan buku referensi untuk di bacakan pada anak maupun di pinjamkan.
·         Kumpulan cerita pendek untuk latihan mengingat dan diceritakan kembali pada anak
c)    Cara menggunakan alat tersebut
·         Potongan kalimat-kalimat
Ø  Anak – anak diminta untuk menyempurnakan potongan-potongan kalimat yang telah disediakan sesuai denga kalimat yang mereka inginkan.
·         Buku cerita
Ø  Guru membacakan cerita yang ada..
Ø  Setelah itu anak diminta untuk mengulangi cerita yang telah dibacakan oleh guru tersebut
·         Gambar profesi
Ø  Guru menyediakan berbagai macam gambar profesi yang dekat dengan anak, seperti: tukang sapu, sopir dll
Ø  Anak diminta untuk menyebutkan pekerjaan yang ada pada gambar tersebut.
d)    Kelebihan dan kelemahan
a.     Kelebihan
ü  Alatnya mudah di dapatkan.
ü  Biayanya tidak terlalu mahal.
ü  Dapat  mengembangkan kemampuan berbahasa anak.
b.     Kekurangan
ü  cara guru dalam penyampaian dan menggunakan alat tersebut. Seperti: ekspresi, intonasi dan mimik guru dalam menggunakan media
ü  Buku cerita yang terlalu panjang akan membuat anak menjadi bosan

  
E.   Pemanfaatan alat permaiana untuk mengembangkan persepsi penglihatan dan pendengaran
                                i.            Pengertian
·         Penglihatan, merupakan keterampilan yang menerjemahkan apa yang dilihat,dan mampu mengingat apa saja yang dilihat
·         Pendengaran, merupakan keterampilan untuk menerjemahkan apa yang didengar, dan mampu mengucapkan kembali apa yang telah didengarkannya
Dengan menggunakan media persepsi penglihatan dan pendengaran ini, maka penyajian isi tema kepada anak akan semakin lengkap dan optimal. Selain itu, dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan anak untuk mempelajari isi tema. Dalam hal ini guru tidak selalu berperan sebagai penyampai materi karna penyajian materi bisa diganti oleh media. Peran guru bisa beralih menjadi fasilitator belajar, yaitu memberi kemudahan bagi anak untuk belajarnya dan mampu mengingat bentuk-bentuk yang dilihat dan dapat memiliki kekuatan ingatan pendengaran tentang suara-suara.
                              ii.            Alat dan bahan
·         Sendok
·         Gelas
·         Air
·         Origami warna-warni
                            iii.            Cara menggunakan alat tersebut
·         Gelas, sendok, dan air
ü  Guru menyiapkan alat yang dibutuhkan seperti sendok, gelas berisi air penuh, sedang dan tidak ada air.
ü  Pertama Guru mencontohkan lalu anak mengulang yang dilakukan Guru
ü  Anak akan menarik kesimpulan apa yang terjadi setelah gelas dipukul dari gelas yang berisi air penuh, sedang, dan bahkan tidak berisi air.
·         Origami berwarna-warni
ü  Guru memperkenalkan origami pada anak
ü  Guru mengambil origami warna-warni dan memperlihatkan pada anak, serta mempertanyakan kepada warna apa ini?
                           iv.            Manfaat
·         Meningkatkan daya fikir dan daya penglihatan anak terhadap sesuatu
·         Anak bisa membedakan benda satu denaga benda lainnya.
                             v.            Kelebihan dan kekurangan media
Ø  kelebihan
·         media mudah didapatkan
·         anak dapat mengenal warna
·         anak dapat membedakan bunyi
·         tidak memerlukan banyak biaya
Ø  kekurangan
·         bagaimana cara guru menggunakan media tersebut, bila guru tidak kreatif akan mengalami kesulitan
F.   Pengunaan alat permainan untuk mengembangkan berfikir anak
                               I.            Pengertian
Permaianan merupakan alat atau media yang sering dipakai untuk sebagai media pembelajaran yang berguna meningkatkan keterampilan kemampuan anak. biasanya pembelajaran pada anak usia dini banyak menggunakan alat permainan yang berguna untuk meningkatkan keterampilan kognitif, afektif, psikomotorik dan bahasa juga kreatifitas anak. banyak jenis permainan yang tersedia dan guru dapat memilih sesuai dengan pembelajaran anak. Pemanfaatan alat permainan untuk perkembangan keterampilan berfikir anak untuk mengembangkan nilai matematika dan sains yaitu usaha guru dalam memanfaatkan berbagai alat dan membentuk suatu permainan sebagai penunjang proses belajar mengajar dan menetapkan juga fungsi untuk mengembangkan nilai matematika, sains dan nilai pendidikan lainnya.
Dalam memilih permainan hendaklah diperhatikan keamanan alat permainan tersebut yang dapat membahayakan anak saat bermainan dan sesuaikan pula dengan usia dan perkembangan kondisi anak. Sehingga media tersebut dapat bermanfaat untuk pembelajaran anak. Jangan pernah memilih permaianan yang tidak sesuai dengan usia dan perkembangan anak. Dan pemilihan juga pemanfaatan alat permainan haruslah memiliki manfaatnya bagi anak bukan hanya sekedar bermain saja.

                             II.            Alat-alat yang digunakan
·         Kertas origami
·         Kertas hvs
·         Kelereng
·         Balon
·         Kotak
·         Aqua
·         Gabus/busa
·         Penggaris/rol
·         Cat air dan air
                          III.            Alasan
·         Permainan pemilihan warna
Ø  Agar anak usia dini dapat mengetahui jenis-jenis warna dan bentuk-bentuk binatang serta habitatnya dan menghintung jumlah benda tersebut.
·         Permainan kelereng dalam kotak
Ø  Agar anak mengetahui gerak dan fungsinya serta dapat mengetahui atau menyebutkan warna.
·         Permainan memasukan kelereng dalam air
Ø  Agar anak dapat mengetahui tentang berat suatu benda sehingga benda tersebut dapat mengapung atau tenggelam serta mengetahui tinggi air yang dimasukan benda.
·         Permainan balon air dan udara
Ø  Menentukan jumlah balon yang terbang apabila di tiup dan diberi air, lalu berat suatu benda apabila diberi beban.
·         Permainan tarikan kertas dengan penggaris
Ø  Menghiting jumlah kertas dan anak dapat menghitung jumlah kertas yang melekat pada penggaris tersebut.

                          IV.            Langkah-langkah permainan
1.     Pemilihan warna
·         Menyediakan semua bahan dan alat, menyediakan wadah yang jumlahnya sama dengan warna dan bentuk-bentuk kepala binatang yang terbuat dari kertas origami yang memiliki warna-warna yang menarik.
·         Menanyakan pada anak apakah anak tahu dengan warna-warna dan binatang yang tersedia agar anak mudah mengikuti permainan dan menyebutkan warna dan nama binatang tersebut.
·         Mintalah  beberapa anak mengambil dan memasukan bentuk-bentuk binatang kedalam wadah/kotak yang sesuai dengan warna bentuk binatang tersebut.
·         Kemudian guru menyuruh anak menghitung jumlah binatang yang ada didalam wadah yang tersedia dan menyebutkan jenis binatang yang ada didalam wadah tersebut.

2.     Permainan kelereng dalam kotak
·         Menyediakan wadah dan masukan kertas hps kedalam wadah/kotak.
·         Sediakan kelereng dan cat air dengan berbagai warna.
·         Kemudian mncelupkan kelereng kedalam cat air yang telah tersedia.
·         Setelah itu masukan kelerang yang sudah dilumuri warna kedalam kotak tadi.
·         Dalam permaianan tersebut anak akan menghasilkan gambar abstrak.
3.     Permainan memasukan kelereng dan gabus/busa kedalam air
·         Menyediakan gelas/wadah yang berisikan air.
·         Kemudian guru menyuruh anak untuk memasukan kelereng dan busa/gabus tersebut dan kemudian menentukan benda yang tenggelam dan tidak.
·         Lalu guru member tahu kenapa ada benda yang dapat tenggelam dan tidak tenggelam.
·         Guru juga dapat memasukan kelereng kedalam gelas/wadah yang terisi air dengan jumlah kelereng yang berbeda-beda didalam gelas/wadah tersebut maka akan terlihat mana yang lebih tinggi air didalam gelas/wadah tersebut.
4.     Permainan meniup balon yang diisi air dan udara.
·         Menyediakan balon yang berisi air dan tidak.
·         Kemudian meniup balon-balon tersebut.
·         Dan bersama-sama menentukan balon yang dapat terbang dan tidak.
·         Guru menjelaskan mengapa balon tersebut dapat terbang dan tidak dengan bahasa yang mudah dimengerti anak.
5.     Permainan tarikan kertas dengan menggunakan penggaris
·         Sediakan alat-alat seperti penggaris dan potongan kertas kecil.
·         Penggaris digosok-gosokan ketangan lalu letakkan di atas potongan kertas yang berjarak 2cm antara kertas dengan penggaris.
·         Guru dan anak dapat menentukan berapa potongan kertas yang menempel pada penggaris yang telah digosok-gosokkan.
·         Lalu  bersama-sama menghitung potongan kertas tersebut.
                            V.            Manfaat
·         Alat tersebut sangat baik digunakan dalam meningkatkan berfikir pada anak
                          VI.            Keuntungan dan kelemahan permaianan
1.     Keuntungan dari permainan tersebut
·         Anak dapat mengenal dan menentukan warna.
·         Anak dapat mengetahui jenis-jenis dan bentuk-bentuk binatang.
·         Anak dapat berhitung tanpa harus dipaksakan.
·         Anak dapat mengetahui benda apa saja yang dapat mengapung dan tenggelam didalam air.
·         Anak dapat mengetahui benda-benda yang terdapat disekitarnya.
·         Dapat melatih berfikir anak.
·         Selain dapat mengembangkan nilai matematika dan sains, anak juga dapat mengembangkan nilai bahasa karen anak akan bertanya
·         Alat-alat yang digunakan mudah dicari dan didapat.
2.     Kelemahan dari permainan tersebut
·         Jika guru lalai dalam proses belajar dalam bermain, akan sangat berbahaya untuk anak.  
·         Guru haruslah mengusai permainan jika tidak akan timbul ketidak seriusan dari anak.
·         Guru haruslah kreatif sehingga dengan sedikit alat  bisa membuat dan menghasilkan permainan lebih dari 1.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar