Welcome To My Blog "Semoga Bermanfaat"

Kamis, 20 Desember 2012

pentingnya PAUD


 Pentingnya pendidikan anak usia dini


A.   Pendidikan Anak Usia Dini
Anak usia dini merupakan investasi negara yang amat berharga bahkan bisa saja tidak berharga. Karena pada masa ini merupakan masa emas (golden ege) dan bisa juga masa krisis. Oleh sebab itu Pendidikan Anak Usia Dini haruslah menjadi perhatia bersama supaya investasi yang berharga ini tidak akan sia-sia. Pada tahap usia dini inilah perkembangan anak menjadi penentu pada tahap-tahap perkembangan selanjutnya, sesuai yang telah dijelaskan di atas masa ini lah masa keemesan yang anak dapat belajar dengan bimbingan orang-orang di sekitarnya.
Sebelum membahas mengapa pendidikan anak usia dini menjadi sangat penting untuk itu, dijelaskan dulu apa itu Pendidikan Anak Usia Dini, yang menjadi sangat penting kita perhatikan. Pendidikan anak usia dini merupakan ilmu pendidikan anak telah berkembang pesat dan terspesialisasi, salah satunya ialah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang membahas pendidikan untuk anak 0-8 tahun.
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah
jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Pendidikan anak usia dini merupakan
salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik(koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Anak usia tersebut dipandang memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak usia di atasnya sehingga pendidikan untuk anak usia tersebut dipandang perlu untuk dikhususkan. Pendidikan Anak Usia Dini telah berkembang dengan pesat dan mendapat perhatian yang luar biasa terutama di negara-negara maju karea mengembangkan sumberdaya manusia lebih mudah dilakukan sejak dini. Makanya pada negara-negara maju pada tahap selanjutnya perkembangna sangat pesat dan itulah yang menjadikan negara maju berkualitas pada sumber daya manusianya karena dikelola dengan baik.
Pendidikan anak usia dini ini merupakan investasi yang berharg sekaligus amat besar bagi keluarga dan bahkan negara itu sendiri. Anak-nak Kita adalah generasi penerus bangsa. Betapa bahagianya orangtua yang melihat anaknya berhasil, baik dalam pendidikan, dalam berkeluarga, dalam masyarakat, maupun karir. Begitu juga dengan negara beta bangganya negara tersebut jika melihat salah satu dari anak negara tersebut bisa mengharumkan nama negara. Maka dengan itu pendidikan pada masa usia dini menjadi sangat menentukan keberhasilan seseorang atau negara dalam menggembangkan kemampuan anak-anak tersebut.
Keseriusan negara-negara maju mengembangkan PAUD sangatlah beralasan. Menurut berbagai penelitian, usia dini merupakan masa peka yang amat penting bagi pendidikan anak. Pada masa tersebut tempaan akan memberi bekas yang kuat dan tahan lama. Kesalahan menempa memiliki efek negatif dalam jangka panjang dan sulit diperbaiki. Rousseau menggambarkan masa peka tersebut ibarat saat yang tepat bagi seseorang tukang besi menempa besi yang dipanaskan. Para penempa besi tahu benarkapan besi harus ditempa. Terlalu awal ditempa, besi sulit dibentuk dan dicetak. Sebaliknya apabila terlambat menempanya maka besi akan hancur. Saat yang paling baik bagi seseorang anak untuk memperoleh pendidikan yang pas disebut masa peka yaitu “usia dini”. Oleh sebab itu pendidikan pada masa usia dini sangatlah perlu dan penting, karena pada saat itu anak dapat belajar dengan yang akan selalu disimpan dalam otaknya.
Begitu penting pendidikan anak usia dini sehingga negara-negara maju pun ikut ambil andil, karena mereka begitu memprioritaskan pendidikan anak usia dini tersebut. Berbeda dengan negara maju, kondisi PAUD di Indonesia belum tergarap dengan baik. Perhatian pemerintah untuk pengembangan PAUD jauh dari harapan. Selain kondisi negara, hal itu juga disebabkan oleh kesalahan memaknakan arti pendidikan Prasekolah sebagai pendidikan yang tidak wajib dan tidak penting untuk diikuti oleh setiap anak. Institusi PAUD, seperti TK, tidak dikembangkan sebagaimana jenjang pendidikan di atasnya (Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah). Hampir seluruh TK (lebih dari 99%) adalah TK swasta yang dikembangkan oleh masyarakat secara swadaya. Demikian pula gaji guru TK pada umumnya tidak memperoleh gaji yang pantas dan kurang dari 1% yang merupakan PNS. Jumlah anak yang mengenyam pendidikan TK juga amat rendah, sekitar 12 %. Hal-hal di atas menunjukan bahwa PAUD di Indonesia belum tergarap dengan baik dan belum dapat mengemban amanat untuk mendidik, mencerdaskan, dan mengembangkan potensi anak-anak generasi penerus bangsa.
Dengan demikain patutlah pendidikan anak usia dini menjadi pusat perhatia. Sehingga semua aspek anak dapat berkembang dan aspek yang berkembang itu bisa digunakan untuk kesejahteraan hidup dan investasi terbesar negara.
B.   Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini
Tujuan pendidikan anak usia dini ini adalah mengembangkan seluruh potensi anak (the whole child) agar kelak dapat berfungsi sebagai manusia yang utuh sesuai falsafah suatu bangsa. Anak dapat dipandang sebagai individu yang baru mulai mengenal dunia. Ia belum mengetahui tatakrama, sopan-santun, aturan, norma,etika, dan berbagai hal tentang dunia dan isinya. Ia juga perlu dibimbing agar memahami berbagai fenomena alam dan dapat melakukan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan untuk hidup di masyarakat. Interaksi anak dengan benda dan dengan orang lain diperlukan untuk belajar agar anak mampu mengembangkan kepribadian, watak, dan akhlak yang mulia. Usia dini merupakan saat yang amat berharga untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kebagsaan, agama, etika, moral, sosial, dan konsep. Yang akan berguna untuk kehidupannya dan strategis bagi pengembangan suatu bangsa.
Sesuai dengan penjelasan di atas maka pendidikan anak usia dini benar-benar sangat penting. Dan sangat perlu diperhatikan. Dalam perkembangan anak usia dini tersebutlah berbagai aspek dapat berkembang dengan baik, jika dilakukan dengan benar. Oleh sebab itu jangan main-main pada masa usia dini ini, karena kalau salah saja pola asuh kita akan mengakibatkan kerugian yang sangat besaroleh anak-anak tersebut. Makanya ditekankan kembali  bahwa Pendidikan Anak Usia Dini sangatlah penting.
C.   Mengapa pendidikan anak usia dini sangat penting?
 Mengapa pendidikan anak usia dini sangat penting? Itu merupakan salah satu pertanyaan yang menanyakan, mengapa pendidikan anak usia dini penting. Jelas saja pendidikan anak usia dini itu penting karena pada masa itulah anak dapat mengembangkan potensi-potensi yang mereka punya.
Kondisi SDM Indonesia berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh PERC (Political and Economic Risk Consultancy) pada bulan Maret 2002 menunjukkan kualitas pendidikan Indonesia berada pada peringkat ke-12, terbawah di kawasan ASEAN yaitu setingkat di bawah Vietnam. Rendahnya kualtias hasil pendidikan ini berdampak terhadap rendahnya kualtias sumber daya manusia Indonesia.
Dalam kondisi seperti ini tentunya sulit bagi bangsa Indonesia untuk mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Pembangunan sumber daya manusia yang dilaksanakan di Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang dan sebagainya, dimulai dengan pengembangan anak usia dini yang mencakup perawatan, pengasuhan dan pendidikan sebagai program utuh dan dilaksanakan secara terpadu. Pemahaman pentingnya pengembangan anak usia dini sebagai langkah dasar bagi pengembangan sumber daya manusia juga telah dilakukan oleh bangsa-bangsa ASEAN lainnya seperti Thailand, Singapura, termasuk negara industry Korea Selatan. Bahkan pelayanan pendidikan anak usia dini di Singapura tergolong paling maju apabila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.
Di Indonesia pelaksanaan PAUD masih terkesan ekslusif dan baru menjangkau sebagian kecil masyarakat. Meskipun berbagai program perawatan dan pendidikan bagi anak usia dini usia (0-6 tahun) telah dilaksanakan di Indonesia sejak lama, namun hingga tahun 2000 menunjukkan anak usia 0-6 tahun yang memperoleh layanan perawatan dan pendidikan masih rendah. Data tahun 2001 menunjukkan bahwa dari sekitar 26,2 jut anak usia 0-6 tahun yang telah memperoleh layanan pendidikan dini melalui berbagai program baru sekitar 4,5 juta anak (17%). Kontribusi tertinggi melalui Bina Keluarga Balita (9,5%), Taman Kanak-kanak (6,1%), Raudhatul Atfal (1,5%). Sedangkan melalui penitipan anak dan kelompok bermain kontribusinya masing-masing sangat kecil yaitu sekitar 1% dan 0,24%.
Masih rendahnya layanan pendidikan dan perawatan bagi anak usia dini saat ini antara lain disebabkan masih terbatasnya jumla lembaga yang memberikan layanan pendidikan dini jika dibanding dengan jumlah anak usia 0-6 tahun yang seharusnya memperoleh layanan tersebut. Berbagai program yang ada baik langsung (melalui Bina Keluarga Balita dan Posyandu) yang telah ditempuh selama ini ternyata belum memberikan layanan secara utuh, belum bersinergi dan belum terintegrasi pelayanannya antara aspek pendidikan, kesehatan dan gizi. Padahal ketiga aspek tersebut sangat menentukan tingkat intelektualitas, kecerdasan dan tumbuh kembang anak.
Pentingnya pendidikan anak usia dini telah menjadi perhatian dunia internasional. Dalam pertemuan Forum Pendidikan Dunia tahun 2000 di Dakar Senegal menghasilkan enam kesepakatan sebagai kerangka aksi pendidikan untuk semua dan salah satu butirnya adalah memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak usia dini, terutama bagi anak-anak yang sangat rawan dan kurang beruntung, Indonesia sebagai salah satu anggota forum tersebut terikat untuk melaksanakan komitmen ini.
Perhatian dunia internasional terhadap urgensi pendidikan anak usia dini diperkuat oleh berbagai penelitian terbaru tentang otak. Pada saat bayi dilahirkan ia sudah dibekali Tuhan dengan struktur otak yang lengkap, namun baru mencapai kematangannya setelah di luar kandungan. Bayi yang baru lahir memiliki lebih dari 100 milyar neuron dan sekitar satu trilyunsel glia yang berfungsi sebagai perekat serta synap (cabang-cabang neuron) yang akan membentuk bertrilyun-trilyun sambungan antar neuron yang jumlahnya melebihi kebutuhan. Synap ini akan bekerja sampai usia 5-6 tahun. Banyaknya jumlah sambungan tersebut mempengaruhi pembentukan kemampuan otak sepanjang hidupnya. Pertumbuhan jumlah jaringan otak dipengaruhi oleh pengalaman yang didapat anak pada awal-awal tahun kehidupannya, terutama pengalaman yang menyenangkan. Pada fase perkembangan ini akan memiliki potensi yang luar biasa dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, matematika, keterampilan berpikir, dan pembentukan stabilitas emosional.
Ada empat pertimbangan pokok pentingnya pendidikan anak usia dini, yaitu:
(1) menyiapkan tenaga manusia yang berkualitas,
(2) mendorong percepatan perputaran ekonomi dan rendahnya biaya sosial karena tingginya produktivitas kerja dan daya tahan,
(3) meningkatkan pemerataan dalam kehidupan masyarakat
(4) menolong para orang tua dan anak-anak. Sesuai dengan penjelasan di atas memang pendidikan anak usia dini sangat penting dan menjadi perhatian bersama, supaya investasi negara yang sangat penting ini menjadi aset yang sangat berguna bagi pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan suatu negara. Apalagi negara tercinta Kita Indonesia.
D.   Siapa  saja yang terlibat dalam pendidikan anak usia dini?
Telah dijelaskan di atas semua pihak terlibat dalam pendidikan anak usia dini tersebut. Mulai dari yang paling dekat yaitu orang tua, guru, masyarakat, media, bahkan pemerintah.
Tapi dari sekian banyak pihak yang terlibat orang tua lah yang menjadi pihat pertama sekaligus pihak yang paling penting dalam pendidikan anak usia dini.
Karena menurut pendapat para ahli bahwa peranan orang tua begitu besar dalam membantu anak-anak agar siap memasuki gerbang kehidupan mereka. Ini berarti bahwa jika berbicara tentang gerbang kehidupan mereka, maka akan membicarakan prospek kehidupan mereka 20-25 tahun mendatang. Pada tahun itulah mereka memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Masuk ke dalam kemandirian penuh, masuk ke dalam dunia mereka yang independen yang sudah seharusnya terlepas penuh dari orang tua dimana keputusan-keputusan hidup mereka sudah harus dapat dilakukan sendiri. Disinilah peranan orang tua sudah sangat berkurang dan sebagai orang tua, pada saat itu kita hanya dapat melihat buah hasil didikan kita sekarang, tanpa dapat melakukan perubahan apapun.


SUMBER:
Suyanto, Slamet. 2005. Konsep Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta. Depdiknas
Yarmin, martinis & Jamilah Sabri sanan. 2010. Panduan Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Gaung persada press
http://www.ikip-jember.org/ikip-jember/index.php?option=com_content&view=article&id=46&Itemid=28 (oleh Drs. H. Syamsul Hidayat, M.Pd Dosen PAUD FIP IKIP PGRI JEMBER)








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar